Tanatap Coffee - Ampera, Jakarta Selatan
Kami yakin, kita semua pasti pernah merasa jenuh sama rutinitas yang serba buru-buru, macet di mana-mana, dan deadline yang numpuk. Kadang, yang kita butuhin bukan hanya caffeine boost, tapi juga healing space. Nah di tengah padatnya Jakarta Selatan, ada 1 tempat yang rasanya pas banget buat itu semua, yaitu Tanatap Coffee Ampera.
| Pintu Masuk Tanatap Coffee Ampera (Sumber: Instagram.com/kolasekopi) |
Dari luar mungkin keliatannya seperti kafe biasa, tapi ketika kamu melangkah masuk, vibenya langsung beda! Tanatap bukan cuma tempat ngopi, tapi kayak ruang perantara antara manusia dan alam, di mana beton, kaca, dan pepohonan menyatu
Lokasi dan Akses
Tanatap Coffee Ampera berlokasi di Jl. Ampera Raya No.129, Jakarta Selatan. Letaknya cukup strategis tidak jauh dari Pejaten dan Kemang. Parkirnya luas, dan kalau kamu datang di jam golden hour, siap-siap disambut cahaya matahari yang menembus sela pepohonan, bikin suasana makin adem.
Kalau kamu pakai transportasi umum, bisa turun di area Ragunan atau Kemang dan lanjut naik ojek online.
<<Klik disini untuk melihat lokasi>>
Filosofi Desain
Desain Tanatap Coffee ini bukan asal estetik saja. Dalam dunia arsitektur, proyek ini lebih dikenal sebagai Tanatap Ring Garden Coffee Shop, dirancang oleh RAD+ar (Research Artistic Design + architecture) dan arsitek utamanya adalah Antonius Richard Rusli. Arsitektur bangunannya mengusung konsep biophilic design (pendekatan yang menggabungkan manusia dengan alam lewat desain ruang). Jadi, bukan cuma “hijau” karena banyak tanaman, tapi benar-benar dirancang agar pengunjung merasa terkoneksi dengan elemen alam seperti cahaya alami, udara terbuka, material kayu dan batu, serta suara air yang mengalir pelan di beberapa sudutnya.
| Tampak Atas Tanatap Coffee Ampera (Sumber: Archdaily.com) |
| Tampak Samping Tanatap Coffee Ampera (Sumber: Archdaily.com) |
Begitu kamu masuk, kamu bakal langsung sadar kalau tempat ini bukan sekadar kafe, tapi juga pengalaman. Ada area semi-outdoor dengan kanopi tinggi dan pepohonan yang tumbuh di antara kursi, seolah bangunan dan alam saling kompromi, bukan saling menguasai.
| Area Duduk Semi-Outdoor (Sumber: Archdaily.com) |
| Area Duduk Semi-Outdoor (Sumber: Archdaily.com) |
Kesan Pertama
Begitu duduk, hal pertama yang kami rasakan adalah tenang. Tidak ada suara bising jalan raya, musiknya juga tidak terlalu keras. Yang ada hanya suara daun bergesekan dan percakapan pelan orang-orang di sekitar.
Interiornya simple, tapi tidak monoton. Semua detail terasa thoughtful mulai dari meja kayu yang disusun selaras, lampu gantung, sampai kaca besar yang kasih pemandangan taman di luar.
Tanatap punya “sense of place” yang kuat banget. Kamu bakal merasa kayak lagi di villa Ubud, bukan di Jakarta Selatan. Buat yang suka kerja sambil ngopi, tenang saja karena disini banyak colokan, Wi-Fi kencang, dan suasananya mendukung buat fokus.
Dari sisi arsitektur, bentuk bangunannya sangat unik. Atapnya menjulang dan terbuka, menciptakan sirkulasi udara yang baik tanpa perlu AC meskipun ruangannya besar. Tanatap seolah ngajak kita buat “berdamai” sama cuaca tropis Jakarta, bukan malah mengeluh.
| Atap Terbuka (Sumber: Archdaily.com) |
Menu Rekomendasi
Untuk pecinta kopi, Tanatap Blend wajib dicoba, hasil roasting mereka sendiri dengan karakter yang seimbang antara fruity dan nutty. Kalau kamu bukan tipe yang suka kopi strong, Iced Latte mereka pas banget, creamy tapi tetap punya aroma khas biji kopi lokal yang mereka pilih. Selain kopi, Matcha Latte dan Cold White juga best seller. Tanatap Coffee juga menjual kopi botolan seharga Rp45.000 dengan berbagai varian untuk dibawa pergi, varian yang paling terkenal yaitu Pandan Latte!
| Iced Latte Tanatap Coffee (Sumber: Google Maps) |
| Pandan Latte dan Vanilka (Sumber: Detikfood) |
Sedangkan untuk makanan, light bites terfavoritnya adalah Tempeh Katsu, mereka juga punya Club Sandwich, rasanya ringan tapi ternyata ngenyangin, dan juga Spaghetti Creamy Mushroom (hayo.. yang sering nonton video TikTok soal Tanatap pasti tau menu ini, se-viral itu!) yang sering muncul di review pengunjung. Harganya masih cukup bersahabat buat ukuran Jakarta Selatan, kisaran Rp40.000-Rp80.000-an per menu.
| Spaghetti Creamy Mushroom (Sumber: Google Maps) |
Unique Point: Ruang Sosial dan Komunitas
Hal yang bikin Tanatap beda dari kafe lain adalah filosofi di balik namanya. “Tanatap” berarti saling menatap, sebuah simbol tentang keterhubungan manusia satu sama lain, juga manusia dengan alam.
Itulah kenapa ruangannya dibuat terbuka, tanpa sekat tinggi, agar semua orang merasa setara. Bahkan beberapa area outdoor-nya sering dipakai untuk acara komunitas, seperti pameran seni kecil, diskusi, atau live acoustic performance.
| Live Music by Bilal Indrajaya (Sumber: Instagram.com/Tanatapcoffee) |
| Live Music by Band Perunggu (Sumber: YouTube.com/Hasiefardiasyah) |
Tanatap tidak hanya jual kopi, tapi juga menawarkan pengalaman sosial dan emosional. Tempat ini seolah mengingatkan kita untuk slow down, ngobrol, dan menikmati kehadiran satu sama lain tanpa distraksi berlebihan.
| Slow Bar Tanatap Coffee Ampera (Sumber: Pinterest) |
Worth to Visit?
Iya dong! Tanatap Coffee Ampera bukan cuma tentang minum kopi, tapi tentang merasa hadir di momen itu sendiri. Desainnya keren dan aesthetic, suasananya menenangkan, dan pelayanannya ramah tapi tidak berlebihan.
Kalau kamu lagi nyari tempat buat “recharge” energi setelah menjalani hari yang panjang, tempat ini cocok banget buat kerja, refreshing, atau sekadar ngobrol santai sama teman, Tanatap bakal selalu punya sudut yang bikin kamu betah lama.
Kesimpulan
Tanatap Coffee Ampera adalah bukti bahwa kafe bisa jadi lebih dari sekadar tempat nongkrong. Dengan desain arsitektur yang berpihak pada alam, suasana yang adem, dan kopi yang berkualitas, Tanatap jadi oasis di tengah panas dan bisingnya Jakarta.
Tempat ini ngajak kamu buat pause, menatap, dan mungkin menemukan kembali versi tenang dari diri sendiri ☕️🍃
| Barista Bar (Sumber: Travelandword.com) |
| Area Garden (Sumber: Travelandword.com) |
- ArchDaily. (n.d.). Tanatap Ring Garden Coffee Shop / RAD+ar (Research Artistic Design + architecture). Diakses dari https://www.archdaily.com/976333/tanatap-ring-garden-coffee-shop-rad-plus-ar-research-artistic-design-plus-architecture?auth=hadid
- detikFood. (n.d.). Ngopi Cantik di Tanatap Coffee Ampera yang Sejuk dan Asyik Buat Nongkrong. Diakses dari https://food.detik.com/foto-kuliner/d-6071968/ngopi-cantik-di-tanatap-coffee-ampera-yang-sejuk-dan-asyik-buat-nongkrong?page=6
- Travelandword. (n.d.). Tanatap Coffee Ampera: Review, Lokasi, Menu. Diakses dari https://travelandword.com/tanatap-coffee-ampera-review-lokasi-menu/
Kelihatan menarik, kapan2 asik kesitu kayaknya
ReplyDeleteKapan" mau kesana ah
ReplyDeletekopi nya enak,ud pernah kesitu
ReplyDeletedeket rumah ni,wajib dicoba
ReplyDeleteTempat nya enak kalau siang sampai sore untuk kerja yang wfc
ReplyDeleteLive music nya bagus
ReplyDelete