St. Ali – SCBD
St. Ali – SCBD
St. Ali – SCBD, Jakarta Selatan. Ada beberapa kafe yang menjadi tempat singgah. Ada juga yang berfungsi sebagai tempat pertemuan. Namun, ada juga kafe yang anda duduki dan benar-benar merasakan kehidupan. Dan St. Ali, yang dimulai di Melbourne dan akhirnya membuka cabangnya di SCBD, adalah kafe semacam itu. Ia memperkenalkan budaya kopi Australia santai, percaya diri, tetapi tidak berlebihan. Tanpa kepura-puraan. Tanpa usaha untuk tampil lebih dari ini. Yang tersisa adalah kopi, makanan, dan perjalanan waktu yang lambat. Bahkan di tengah distrik bisnis tersibuk di Jakarta. St. Ali di SCBD tampaknya situasi yang tak terhindarkan, tetapi entah bagaimana masuk akal: tempat untuk bernapas di antara gedung-gedung kaca, tenggat waktu, dan pertemuan yang tumpang tindih.
Lokasi, Jam Operasional, dan Media Sosial
St. Ali, Gandaria 8 Office Tower, SCBD, Jakarta Selatan
Secara khusus, terletak di tempat yang sangat mudah diakses oleh pekerja kantor, ekspatriat, dan mereka yang benar-benar mampir untuk brunch.
Alamat:
- Gandaria 8 Office Tower, Lantai LG, Jl. Sultan Iskandar Muda, SCBD Jakarta Selatan.
Jam operasionalnya biasanya:
- 08.00 — 21.00 setiap hari, dengan ritme pengunjung yang umum lembut dan tenang di pagi hari, ramai saat makan siang, lebih tenang lagi di sore hari.
Desain Kafe, Konsep, dan Suasananya
Anda masuk ke St. Ali SCBD dan anda merasakan kehangatan tanpa formalitas. Di dalam, batu, kayu, tanaman hijau, dan sentuhan logam minimal berpadu bukan industri keras tetapi industri lembut, kuat namun ramah, modern tetapi tetap hidup. Ruangannya tidak besar, tetapi matang dalam strukturnya. Ada area meja panjang untuk orang yang datang sendirian atau yang harus bekerja, ada meja dua orang untuk mereka yang ingin berbicara dengan tenang dan ada kursi yang tampaknya anda bisa duduk di sana selama berjam-jam tanpa menyadari waktu. Salah satu kekuatan St. Ali adalah iramanya. Secara musikal, musik yang diputar lembut dan muram dan tidak persis seperti daftar putar kafe. Percakapan melimpah, tetapi tidak pernah mendominasi. Suara mesin espresso yang berderak, aroma roti panggang, gelas yang dipegang lembut, suara gelas yang disentuh lembut semuanya adalah bagian dari gambar yang sama.
Pagi hari adalah waktu yang paling indah di St. Ali. Cahaya terasa lembut, barista masih segar, dan energi ruang terasa jernih. Ini adalah waktu untuk duduk sendiri, merencanakan hari, atau membuka laptop agar anda tidak dikejar oleh dunia. Sore hari lebih aktif SCBD masih bergerak, orang-orang memiliki pertemuan, beberapa datang setelah pertemuan, beberapa datang sebelum presentasi. Tetapi meskipun anda tidak bisa mengabaikan kesibukan itu semua, ruang St. Ali masih terasa seperti ruang di mana ada batasan emosional yang stabil. Tidak bising. Tidak kacau. Sore hari berubah menjadi penutupan yang lembut. Banyak yang datang untuk memperlambat hari sebelum pulang.
Menu dan Rekomendasi
Karena St. Ali berasal dari Melbourne, kopi adalah fokus dari seluruh pengalaman tetapi tidak berteriak kopi. Kopi di sini biasanya bersih, halus, dan seimbang. Jika anda menyukai kopi susu, Flat White adalah salah satu menu yang paling dapat diandalkan dan teratas. Krimi, lembut, dan tidak terlalu banyak susu. Cappuccino mereka sedikit lebih kuat; tetap dalam gaya yang lebih elegan, dan sedikit lebih halus. Bagi penggemar kopi hitam, mereka juga memiliki Long Black dan Manual Brew, yang memanfaatkan karakter biji kopi yang jelas tetapi tanpa terlalu banyak kepahitan. Biji kopi yang digunakan cenderung bergantian antara single origin dan house blend yang bersih.
Tetapi banyak orang datang ke St. Ali bukan hanya untuk kopi; mereka pergi ke sana untuk brunch. Ini adalah salah satu dari banyak kafe di mana brunch bukan hanya pelengkap. Rekomendasi pengunjung yang sering disebutkan:
- Eggs Benedict dengan hollandaise lembut dan jenis roti yang tepat.
- Avo Toast, yang bukan sekadar roti alpukat tetapi yang memiliki kualitas panggang dan rasa yang menggugah selera di samping alpukat yang lembut.
- Korean Fried Chicken Bowl — gurih, pedas, dan lezat tetapi tidak berat.
- Untuk pencuci mulut, banana bread atau chocolate crumble cake untuk sore hari, diikuti dengan kopi kedua.
Makanan di sini adalah makanan dari orang-orang yang berusaha peduli dengan penawaran yang mereka sajikan.
Rentang Harga
Harga mengikuti kualitas, lokasi, dan proses:
Berbasis espresso:
- Rp40.000 hingga Rp65.000
Manual Brew:
- Rp55.000 – Rp85.000
Menu brunch/hidangan utama:
- Rp85.000 – Rp160.000
Pastry & cake:
- Rp30.000 – Rp65.000
Pengeluaran rata-rata per orang:
- Rp90.000 – Rp185.000
Layak Dikunjungi?
Ya, jika anda menyukai kafe yang halus dan matang, dengan kualitas rasa yang pas daripada tempat yang berisik. St. Ali adalah tempat yang cocok:
- Duduk sendirian, berpikiran.
- Mengundang seseorang untuk berbicara dengan santai.
- Mengatur hari sebelum beraktivitas.
St. Ali bukan kafe yang mencari perhatian, tetapi kafe yang memberikan ruang untuk berpikir. Ini hanya salah satu dari sedikit keindahan di tengah kesibukan SCBD.
sumber:
- https://www.tripadvisor.com/
- https://www.instagram.com/stali.id/
- https://destinasian.co.id/
- https://ottencoffee.co.id/
informasi yang diberikan sangat membantu dan informatif!
ReplyDeletesuka banget deh avocado toast nya!
ReplyDeleteKeren juga dan info yg bagus
ReplyDeleteMahal
ReplyDeletetempatnya emang bagus sih udah pernah kesana, makanannya enak enak euy
ReplyDeleteTempat yg cocok buat nongkrong
ReplyDeleteEnakkkk rekomen siang!
ReplyDeletevibesnya nyaman sekali
ReplyDelete